Kamis, 23 Juli 2015

hufffffttttt

       Gue tulis ini setelah memakan sebuah kue kaleng yang  diambil dari dapur. Kecewa karena gak ada nastar. Kayanya mamah menyembunyikannya di suatu tempat. Sebagai Nastar Hunter, akan kutemukan nastar itu suatu saat nanti.

      Anyway, ga kerasa Ramadhan udah beres. Lebaran pun entah udah nyampe hari ke berapa, dengan menyisakan kue-kue di ruang tamu, yang gue makan sambil maraton nonton film di laptop.

Kadang suka kangen sih sama bulan Ramadhan

Kangen ngabuburit. Kangen buka puasa. Kangen laper di siang hari. Kangen sahur. Kangen band.........

      Tapi gue yakin, kalo Ramadhan ingin kepergiannya memiliki makna. Dia ingin dengan kepergiannya, ada hal baru yang kita dapatkan.

       Seperti gue. Tinggal beberapa hari lag,i gue harus masuk sekolah dan mendapatkan kelas baru. Kembali harus adaptasi. Kembali harus canggung depan temen sendiri. Kembali harus ga nyaman di kelas sendiri.

Masa awal masuk sekolah inilah yang paling gue benci.

        Gue bukan bunglon yang bisa adaptasi dengan cepet. Gue bukan cicak yang bisa melepas sesuatu dengan gampang. Gue bukan manusia. Gue bukan tumbuhan. Gue bukan binatang. AYO TEBAK GUE APA?

       Yaaaah mudah-mudahan aja proses adaptasi ini bisa berjalan dengan baik. Bisa selesai dengan cepat. Engga kaya project buku gue yang acak-acakan. Huffffffffft.

Selasa, 23 Juni 2015

Idea is.....................

Ide bagi seorang penulis itu kaya Smartphone bagi seorang ABG, laptop bagi seorang mahasiswa, dan kuota bagi para fakir kuota (yang kerjanya nongkrong di cafe dengan hanya memesan minuman yang sama setiap harinya: mineral water).
Namun sayang, ide terkadang sangat sulit untuk muncul. Tidak seperti Pizza Hut Delivery yang kapanpun bisa dipanggil. Tidak seperti kumbang yang hanya perlu diberi nafas bau kita sendiri akan keluar dari cangkannya. Tidak seperti para fakir kuota yang tiba-tiba muncul ketika terpampang tulisan “wifi area”.
Terkadang ide juga sangat sulit untuk dituangkan. Itulah yang terjadi jika pemilik ide belum tau apa kompetensinya. Namun terkadang dia dengan sombongnya merasa dirinya hebat karena berhasil memiliki ide. Hal ini mungkin mirip dengan para fakir kuota yang membangga-banggakan smartphone di depan teman-temannya. Namun, ketika temannya berkata “Eh, ikut browsing dong bentar” dia menjawab dengan santai “Aduh, lagi gak ada kuota nih”.
Ide itu penting
Ide itu kadang sulit muncul
Ide itu kadang sulit dituangkan
Dan….
Ide itu bisa menjadi sangat berarti ketika pemilik ide tau bagaimana cara menuangkannya. Ketika pemilik ide tau apa kompetensinya. Hal ini terjadi ketika seorang fakir kuota sedang duduk di sebuah cafe dengan mineral water dan wifi area sambil membuka Tumblr-nya dan kemudian menulis postingan terbarunya berjudul “idea is……”

Terpuruk

Akan ada saatnya. Ketika kamu merasa sebagai manusia paling hina di dunia. Tidak diinginkan oleh orang lain.
Kemudian kamu hanya duduk di atas sajadah.
Seperti terasa Tuhan berkata: “Kemarilah”
Lalu kamu meneteskan air mata

Theater Of Mind

Sebenernya pertama denger kata “Theater of mind” itu pas mulai mempelajari basic announcing. Definisi yang gue cerna dari Theater of Mind ini adalah: Imajinasi/penghayalan ketika kita mendengarkan suatu acara radio.
Ini adalah salah satu keunggulan radio dibanding media elektronik visual lain seperti televisi.

Ketika gue bilang: Bayangkan ada cewe cantik. Rambutnya panjang. Memakai rok

Bayangan tiap orang tentang si cewek pasti berbeda beda.

Cantik                     -> relatif.
Rambut panjang     -> bisa lurus, bisa juga bergelombang
Rok                          -> bisa panjang, bisa pendek

Walaupun bayangan tiap orang berbeda, tapi tetep satu inti. CEWEK CANTIK.

Bandingkan dengan ketika kita menyaksikan televisi.

Adegan yang ditampilkan: Tyas Mirasih berjalan di taman dengan dress hitam.

Menurut gue sebagai cowo, ini cewek cantik. Tapi kan gak semua orang bilang Tyas Mirasih cantik. Padahal, pesan yang berusaha disampaikan sutradara adalah CEWEK CANTIK. Namun, bisa saja jadi tidak tersampaikan, karena adanya perbenturan visual dengan pikiran yang berakibat jelek.

 Ada yang tau program radio Nightmareside di Ardan Radio?
             
Menurut gue program radio yang satu ini, Theater of Mindnya SANGAT KUAT. Dengan apiknya, sosok hantu digambarkan dalam bentuk suara. Rangsangan ketakutan yang unik ketika telinga benar-benar fokus mendengarkan cerita. Klimaks yang membuat ketakutan berada di titik puncak.
Nightmareside Ardan.
Sources: Google

Belajar dari Nightmareside. Ternyata Theater of mind bukan hanya diciptakan dari kalimat sederhana seperti “cewek cantik” dan “tyas mirasih” tadi. Theater of mind dalam radio punya banyak sekali unsur.
Nightmareside Ardan
Sources: Google

Entah itu Intonasi dan artikulasi penyiar ketika membacakan cerita. Entah itu pilihan kata yang sesuai dengan situasi. Atau juga sound effect yang benar-benar  membuat emosi naik turun. Dan banyak lagi.


Gue bukan orang yang expert dalam bidang radio. Tapi gue sangat menikmati ketika ada acara radio yang memainkan emosi dengan theater of mind. Beda dengan televisi. Imajinasi lebih bermain.


This is THEATER OF MIND

Buat penelitiaaaan!! Buat penelitian!!!!!!!!!

Sebenernya kejadian ini terjadi beberapa bulan yang lalu

Jam 8 pagi, Car Free Day di Dago memang lagi rame-ramenya. Banyak banget both pedagang di trotoar. Mulai dari makanan, baju, souvenir, sampe barang yang sampe sekarang gua gak gak tau apa gunanya

Sepedah pun terus aja gua tuntun sambil liat-liat. Soalnya kalo dinaikin, takutnya nabrak bocah, banyak banget orang pagi itu.

Ada satu both yang bikin gua penasaran. Banyak banget orang yang liat. Ternyata itu games kaya pie toss tapi pake balon air.
Jadi, ada tembok bolong, terus ada kepala orang masuk ke lubangnya, Nah, tugas pemain yaitu ngelempar balon isi air  ke arah kepalanya.
PIE TOSS

Nah, kalo belum jelas, gamenya kira-kira kaya di gambar di atas tuh.

Tapi bedanya, pake balon air dan lubang buat masukin kepalanya ada 3. Di atas lubang 1 ditulis "Koruptor", lubang 2 "Pembunuh", lubang 3 "Hacker".

Yang bikin gua lebih penasaran, adalah teriakan salah satu pedagangnya.

"Ayo kakaaaaaaaaa 5000 dapet tiga balon, Buat penelitiaaaan!!!! buat penelitian!!! buat penelitiaaaaan!!!!!!".

Dalam hati gua langsung bingung. Emang mata kuliah apa yang penelitiannya kaya gini. Tapi akhirnya gua ngerti.

Ternyata mereka mahasiswa yang lagi galang dana buat penelitian. Entah kenapa gua jadi ngerasa kasian liatnya. Apalagi kaka gua sendiri lagi penelitian saat itu. Entah dia melakukan hal semacam ini atau engga.

Setelah pulang gua langsung cerita, apa yang baru aja gua liat. Kata kaka sih memang banyak banget mahasiswa yang tiba-tiba cari uang buat galang dana.
Udah biasa lah katanya mahasiswa kaya gitu.


Untuk seluruh mahasiswa/i di seluruh indonesia yang sekarang sedang menjalani penelitian, kerja keras apapun yang sedang engkau, mudah-mudahan diberi engkau kelancaran, skripsinya cepat selesai, dan lulus dengan nilai yang fantastis. Amin

TRIBUTE TO "MAHASISWA TINGKAT AKHIR"