Selasa, 23 Juni 2015

Theater Of Mind

Sebenernya pertama denger kata “Theater of mind” itu pas mulai mempelajari basic announcing. Definisi yang gue cerna dari Theater of Mind ini adalah: Imajinasi/penghayalan ketika kita mendengarkan suatu acara radio.
Ini adalah salah satu keunggulan radio dibanding media elektronik visual lain seperti televisi.

Ketika gue bilang: Bayangkan ada cewe cantik. Rambutnya panjang. Memakai rok

Bayangan tiap orang tentang si cewek pasti berbeda beda.

Cantik                     -> relatif.
Rambut panjang     -> bisa lurus, bisa juga bergelombang
Rok                          -> bisa panjang, bisa pendek

Walaupun bayangan tiap orang berbeda, tapi tetep satu inti. CEWEK CANTIK.

Bandingkan dengan ketika kita menyaksikan televisi.

Adegan yang ditampilkan: Tyas Mirasih berjalan di taman dengan dress hitam.

Menurut gue sebagai cowo, ini cewek cantik. Tapi kan gak semua orang bilang Tyas Mirasih cantik. Padahal, pesan yang berusaha disampaikan sutradara adalah CEWEK CANTIK. Namun, bisa saja jadi tidak tersampaikan, karena adanya perbenturan visual dengan pikiran yang berakibat jelek.

 Ada yang tau program radio Nightmareside di Ardan Radio?
             
Menurut gue program radio yang satu ini, Theater of Mindnya SANGAT KUAT. Dengan apiknya, sosok hantu digambarkan dalam bentuk suara. Rangsangan ketakutan yang unik ketika telinga benar-benar fokus mendengarkan cerita. Klimaks yang membuat ketakutan berada di titik puncak.
Nightmareside Ardan.
Sources: Google

Belajar dari Nightmareside. Ternyata Theater of mind bukan hanya diciptakan dari kalimat sederhana seperti “cewek cantik” dan “tyas mirasih” tadi. Theater of mind dalam radio punya banyak sekali unsur.
Nightmareside Ardan
Sources: Google

Entah itu Intonasi dan artikulasi penyiar ketika membacakan cerita. Entah itu pilihan kata yang sesuai dengan situasi. Atau juga sound effect yang benar-benar  membuat emosi naik turun. Dan banyak lagi.


Gue bukan orang yang expert dalam bidang radio. Tapi gue sangat menikmati ketika ada acara radio yang memainkan emosi dengan theater of mind. Beda dengan televisi. Imajinasi lebih bermain.


This is THEATER OF MIND

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saya sangat menghargai komentar dan kritik and yang bisa membangun blog ini menjadi lebih baik