Ide bagi seorang penulis itu kaya Smartphone bagi seorang ABG, laptop bagi seorang mahasiswa, dan kuota bagi para fakir kuota (yang kerjanya nongkrong di cafe dengan hanya memesan minuman yang sama setiap harinya: mineral water).
Namun sayang, ide terkadang sangat sulit untuk muncul. Tidak seperti Pizza Hut Delivery yang kapanpun bisa dipanggil. Tidak seperti kumbang yang hanya perlu diberi nafas bau kita sendiri akan keluar dari cangkannya. Tidak seperti para fakir kuota yang tiba-tiba muncul ketika terpampang tulisan “wifi area”.
Terkadang ide juga sangat sulit untuk dituangkan. Itulah yang terjadi jika pemilik ide belum tau apa kompetensinya. Namun terkadang dia dengan sombongnya merasa dirinya hebat karena berhasil memiliki ide. Hal ini mungkin mirip dengan para fakir kuota yang membangga-banggakan smartphone di depan teman-temannya. Namun, ketika temannya berkata “Eh, ikut browsing dong bentar” dia menjawab dengan santai “Aduh, lagi gak ada kuota nih”.
Ide itu penting
Ide itu kadang sulit muncul
Ide itu kadang sulit dituangkan
Dan….
Ide itu kadang sulit muncul
Ide itu kadang sulit dituangkan
Dan….
Ide itu bisa menjadi sangat berarti ketika pemilik ide tau bagaimana cara menuangkannya. Ketika pemilik ide tau apa kompetensinya. Hal ini terjadi ketika seorang fakir kuota sedang duduk di sebuah cafe dengan mineral water dan wifi area sambil membuka Tumblr-nya dan kemudian menulis postingan terbarunya berjudul “idea is……”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Saya sangat menghargai komentar dan kritik and yang bisa membangun blog ini menjadi lebih baik